Teknik Persemaian Bibit Pohon Sureni

Teknik persemaian bibit sureni. Setelah penyimpanan benih dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan aturan tertulis maka selanjutnya adalah praktek persemaian, alangkah baiknya untuk memahami terlebih dulu teknik pembibitan suren


Penyemaian Benih



  1. Penyiapan bak kecambah dan media semai (pasir halus hasil ayakan setebal 20-25 cm)
  2. Penaburan benih surian ke dalam media semai secara merata (benih sebaiknya dicampur pasir halus sebelum penaburan)
  3. Penutupan benih dengan pasir halus setebal 1-2cm


Selanjuntya ialah penyapihan bibit suren tapi bisa juga menggunakan teknik lain yaitu pembuatan bibit tanpa penyapihan. Apakah anda sudah membaca artikel kami tentang klasifikasi pohon suren?, mungkin berguna untuk menambah wawasan anda

Penyapihan

  • Penyiapan bedeng sapih dengan naungan (atap jerami, daun kelapa/nipah, sarlonnet) diatasnya
  • Penyiapan kantong sapih dan plastik hitam (ukuran panjang 15 cm dan diameter 10 cm) diisi dengan campuran topsoil+pupuk kandang/kompos (perbandingan 5 :1). Kantong sapih disusun di bedeng sapih.
  • Kriteria kecambah untuk disapih antara lain telah berumur 3-4 minggu, memiliki pertumbuhan sehat, memiliki sepasang daun sempurna bebas hama/penyakit
  • Kecambah disapih kedalam kantong plastik yang sebelumnya telah dibuatkan lubang kecil dan tusuk bambu, kemudian tanah ditekan untuk membuat kecambah tidak mudah goyah
  • Bibit setelah berumur 2-3 bulan, umumnya sudah siap di tanam di lapangan


Pembuatan Bibit Tanpa Penyapihan

Teknik ini dilakukan dengan  menyemai langsung benih pada kantong plastik di bedeng persemaian. Setelah berumur 2,5,3 bulan bibit yang tumbuh siap ditanam di lapangan. Teknik ini memiliki kekurangan karena bibit yang tumbuh sering memiliki pertumbuhan tidak seragam dan membutuhkan penyapihan ekstra.



gambar teknik persemaian bibit pohon sureni 2016




Pengangkutan Bibit

Tahap ini dapat dilakukan dengan didahului seleksi bibit dengan penampilan seragam dan sehat serta membuang bibit dengan pertumbuhan tertekan kerdil, batang bengkok, batang patah dan bibit terserang hama/penyakit. Bibit hasil seleksi sewaktu dibawa ke lokasi penanaman terlebih dulu disusun dalam kantong plastik atau keranjang dan wadah lain dengan rapi untuk menghindari kerusakan bibit selama pengangkutan. Jangan lupa untuk mempelajari juga bagaimana habitat pohon suren sebenarnya.

0 komentar

Poskan Komentar